Senin, 25 Maret 2019

Ridwan bin Walakhsyi: Wazir Fathimiyah beraliran Sunni di Dinasti Fathimiyah

Setelah Fathimiyah berjaya maka terjadi kemunduran dengan tanda pemerintahan yang dikekang oleh menteri. Kekuasaan Khalifah bukanlah pemegang otoritas tertinggi.
Salah satu menteri adalah Ridwan bin Walakasyi. Ia lebih mengontrol pemerintahan dan ia mencoba untuk merubah haluan madzhab menjadi Sunni.
Ia mendapat jabatan menteri pada 531 H atau 1137 M. Ia mendapat kursi menteri setelah berhasil mengalahkan mengerti sebelumnya yakni Bahram. Menteri berasal Armenia dan beragama Kristen.
Awalnya Ridwan diundang untuk mengatasi masalah Fasak saudara Bahram yang ditunjuk oleh Bahram untuk menguasai Qaush Shaid. Mereka tidak rela dikuasai Nasrani.
Terjadilah perang dan Ridwan menaruh mushaf di tombak agar warga muslim di barisan Bahram beralih dan berhasil. Ridwan memenangkan pertarungan dan ia mengejar Bahram hingga Nubia. Sampai-sampai Raja Roger Sicilia turut campur sehingga Al Hafiz memaafkan Bahram.
Ridwan mengembalikan jabatan kepada kaum muslimin. Ridwan membaginjizyaj menurut kemampuan orang. Untuk orang kaya 4 1/6 Dinar, Orang menengah 2 Dinar dan 2 qirath, dan biasa 1 1/3 dan 1/4 Dinar.
Pengangkatan Ridwan menjadi menteri adlaha upaya bertahap Mesir kembali ke Sunni lagi. Ia juga mendirikan madrasah Sunni yang bermadzhab Maliki 532 H / 1138 M di Iskandariah.
Bahkan ia juga berupaya untuk mendelegitimasi Khalifah Al Hafizh dan berniat melengserkan Khalifah Fathimiyah
Ia meminta fatwa dari ulama namun mereka menolaknya.
Al Hafizh mengetahui nya dan ia memecatnya dan mengembalikan Bahram ke posisi Menteri. Akhirnya Ridwan lari dari Mesir 15 Syawal 533 H.
Setelah di sana ia kembali untuk melawan namuniq ditipu oleh Usamah bin Munqidz sehingga ia ditahan oleh Al Hafiz. Ia lepas dari tahanan namun kalah berperang dengan pasukan Sudan. Ia dibunuh dengan ditipu dan kepalanya dibawa ke Al Hafizh.
#Fathimiyah
#Syiah
#DaulahSyiah
#KhalifahAlHafiz
#Ridwan


Kamis, 21 Maret 2019

Asal Usul Bangsa Mamluk

Mamluk adalah asal kata dari bahasa Arab yang artinya budak. Bentuk jamaknya adalah Mamalik. Mereka adalah sebuah dinasti muslim yang mewarnai dunia Islam di negeri Syam dan Mesir untuk waktu kurang lebih selama 257 tahun (648-923H/1260-1517M)
Tentu saja kesultanan Mamluk mempunyai catatan sejarah yang dari awalnya. Ide penggunaan pasukan mereka adalah karena suatu kebutuhan. Dalam percaturan politik, setiap pihak memerlukan keamanan yang akan menjamin kelanggengan dari kekuasaan. Pihak Abbasiyah menyadari akan hal itu karenanya mereka mulai menggunakan bangsa Mamluk. Mereka membeli budak-budak kulit putih yang mempunyai kharakteristik badan yang besar dan bagus. Mereka juga adalah orang pemberani. Adalah Al Mu'thasim (218-227H/833-842M), Khalifah Abbasiyah yang menggunakan jasa mereka untuk menghadapi perang. Pada saat itu ia tidak mungkin lagi mengharapkan bantuan dari bangsa Persia yang protes pada pemindahan ibukota Abbasiyah dari Khurasan (Merv) ke Baghdad pada masa Khalifah Al Ma'mun (198-218H/813-833M) Terlebih mengharapkan bangsa Arab. Boro-boro karena mereka sering berpindah pihak.
Karenya pilihan yang terbaik pada saat itu adalah menggunakan para mamluk. Mereka lebih baik daripada penduduk Abbasiyah.
Awalnya mereka pada budak namun akhirnya mereka menenggelamkan sultan-sultan yang menyewa mereka atau memperkerjakan mereka. Mereka mempunyai kekuatan hingga bisa mencopot Khalifah  semau mereka sampai pada tahapan mereka mendirikan kerajaan sendiri.
Hal itu karena penguasa sebelumnya terlibat pertikaian internal dengan saudara yakni Daulah Ayyubiyyah. Sebab lain adalah mereka tidak mampu untuk menghalau serangan bangsa Mongol yang menghancurkan Baghdad.
Para budak ini memang hidup dalam kelas . Mereka tidak mau berbaur dengan bangsa lainnya dan mempunyai komunitas yang ekslusif. Ini pernah terjadi di zaman Al Mu'thasim sehingga rakyat Baghdad memprotes mereka. Akhirnya Al Mu'thasim membuatkan tempat mereka di Samara.
Mereka mempunyai kelompok sendiri. Merek bahkan tidak mau menikahi orang Arab sehingga turunan mereka terjaga.
Mereka menjadi pasukan. Pada negara-negara vassal maupun bekas Abbasiyah seperti Shaffar, Saman, Thulun, Ikhsiydid, dan lain-lain.
Mereka juga mebjad salah satu kekuatan pada zaman keluarga Zanki maupun Ayyubi. Hingga mereka mendirikan kerajaan Mameluk Burji atau Mameluk yang ada di Burj menara. Mereka menguasai daratan dan mengawasi tempat melalui menara. Kemudian, mereka juga mendirikan Mameluk Bahri atau yang ada di perairan atau istilahnya Angkatan Lautnya. Mereka menjaga dinasti Abbasiyah meski hanya simbol sampai mereka dikalahkan oleh Sultan Murad pada perang Marj Dabiq.

#Mameluk
#Mamluk
#SultanMamluk
#Syam
#Mesir
#Abbassiyah
#khalifahalmuthasim


Dari Buku Muhammad Suhail Thaqussy, Bangkit dan Runtuhnya Daulah Mamluk

Selasa, 19 Maret 2019

Perseteruan Fathimiyah dan Qaramithah di tengah Abbasiyah

Perseteruan Fathimiyah dan Qaramithah di tengah Abbasiyah

Dinasti Abbasiyah mewakili sebuah kejayaan ummat Islam di masa lampau. Kalau saja ada negara yang bisa mencakup dua benua, maka Dinasti Abbasiyah pernah mencakup wilayah Andalusia hingga ke China. Suatu yang sangat luas.
Di fase kemunduran, Daulah ini seperti tidak berdaya menangani ambisi para Amir-amir yang ingin berkuasa untuk mendapatkan wilayah. Salah satu musuh terbesar adalah Syiah Ismailiyah yang ingin menumbangkan ajaran Islam.
Usaha Daulah Fathimiyah yang menduduki Qairauwan (Tunisia) adalah mencaplok bumi Kinanah. Para pendiri Fathimiyah tersebut mempunyai strategi untuk menyebarkan faham Ismailiyah di seluruh dunia dan Mesir sebagai pijakan. Pada saat itu Mesir Dikuasai dinasti Turki yang masih menganggap Abbasiyah sebagai Khalifah yakni Dinasti Thulun.
Usaha dilakukan oleh Khalifah Fathimiyah bernama Al Muiz dengan memerintahkan panglimanya. Sebagai cerita kalau para pendahulu Al Muiz juga telah berusaha untuk merebut Mesir tetapi selalu gagal.
Akhirnya Mesir pun dicaplok Fathimiyah.
Tentu saja Daulah itu tidak berhenti di Mesir saja, merekapun melirik Syam atau negeri Syria pada saat ini.
Di sana berkuasa sekte Qaramithah atau bahasa Inggrisnya Qarmatain. Ini adalah sekte Syi'ah yang sudah punah menurut catatan Wikipedia.
Pada saat itu pimpinan Qaramithah minta bantuan Ar Radhi untuk membendung serangan dari Fathimiyah. Dalam suratnya Ar Radhi tidak segan berkata kalau Fathimiyah ingin menguasai Mesir tetapi Qaramithah juga telah mencongkel Hajar Aswad dan juga membunuh jamaah haji.
Tentu saja perhitungan Khalifah pada saat itu adalah mencari mudharat yang lebih sedikit karena itu ia membantu Qaramithah. Akhirnya Fathimiyah tidak berhasil untuk menyerang Syam.
Begitulah ketika bukan orang Sholeh yang berkuasa, kita menjadi pilihan kalau kita harus memilih antara pemimpin buruk daripada mendapatkan yang terburuk suatu hal yang menurut saya ironi..Banyak kasus kalau dewasa ini kita tidak bisa memilih pemimpin.
Kalau kedepan mudah-mudahan ummat Islam mendapatkan pimpin yang lebih baik dari yang sekarang ini.


Senin, 18 Maret 2019

Kejayaan Abbasiyah

Pada masa Abbasiyah, ummat Islam berjaya dengan luasan wilayah bentangan yang dari Afrika Barat sampai wilayah Iraq. Pusat Abbasiyah berada di Baghdad.
Islam menjadi pusat peradaban dengan tekhnologi yang maju. Pada masanya tekhnologi berkembang sangat pesat namun tentu saja tidak seperti sekarang yang sudah mengenal atom, pesawat dan juga komputer.
Ada yang berpendapat bahwa peradaban Islam hanya mengocopy peradaban sebelumnya yakni Yunani kuno. Tentu hal seperti ini juga tidak benar karena peradaban Abbasiyah juga terpengaruh dari Khilafah sebelumnya yakni Umayyah.
Bagdad menjadi kota modern yang mempunyai fasilitas pemandian yang modern. Islam mempunyai sanitasi yang baik sekali. Setidaknya ada 60. 000 pemandian umum di wilayah Baghdad saja.
Kedokteran sudah ada. Rasulullah sendiri sudah berbicara mengenai kedokteran yang dimuat dalam hadist nabi yang dirangkum dalam buku Thibun Nabawi oleh Ibnul Qayyim.

Di Baghdad sendiri didirikan Rumah sakit besar yang menampung banyak orang. Pada masa itu sebelum mendirikan rumah sakit maka orang akan membuang daging dan melihat mana yang paling lama busuk.
Pada masa itu perhitungan matematika maju . Sebelumnya perhitungan dengan angka sampai sembilan surga ditemukan namun tanpa adanya angka nol. Adapun pada masa Abbasiyah ditemukan yang namanya Al Khawarizmi. Pada masa ini juga berkembang perhitungan trigonometri seperti sinus, cosinus, dan kotangen.
Dinasti Abbasiyah juga sangat berperan dalam perkembangan ilmu Falak atau Ilmu astronomi.

Materi dalam peradaban Abbasiyah
Peradaban yang sudah terlalu berlebihan dalam ushaa materi, sarana kemewahan dan bangunannya. Menurut Ibnul Jauzi dalam karya Al Muntahazam terjadi kebakaran 362 H harta banyak uang terbakar kalau dihitung ada 17300 toko. Sedangkan nilai penjualan mencapai 43000 Dinar.

Pada masa tersebut seorang dokter Khalifah mempunyai gaji 10 ribu dirham sedangkan pendapatan pada bulan Muharram 50 dirham dan pakaian senilai 10000 dirham untuk mengeluarkan darah atau membekam dari Ar Rasyid dia mendapatkan dua kali bayaran dalam setahun sebanyak 100000 dirham.
Pada masanya ditemukan juga mekanik yang membantu pekerjaan manusia. Adapun penggunaan kincir dikembangkan untuk menyediakan pangan bagi manusia.
Ada juga keran yang dapat mengeluarkan air panas jika diputar ke kanan dan air dingin jika diputar ke kiri layaknya dispenser.

Dari Buku Dinasti Abbasiyah
Yusuf Al Isy
#dinastiabbasiyyah
#kejayaanislam
#sejarahislam
#baghdad


Balath Syuhada

Balath Syuhada Tours 732

Ummat Islam berduka cita dengan penembakan pengecut yang dilakukan teroris. Teroris membawa senjata yang ada tulisannya seperti Tours 732. Hal itu sangat mengejutkan para pecinta sejarah termasuk penulis karena hal si pembunuh menembak mempunyai motivasi agama bukan hanya sekedar menembak saja.
tours adalah tempat balath Syuhada karena banyak sekali Syuhada yang meninggal. Ahli sejarah Islam tidak ada yang mencatat. Ada dugaan kalau perang ini menimbulkan kesedihan yang dalam karena kekalahan sehingga tidak dicatat. Hanya saja ada sumber Barat yang mencatat kalau korban mencapai 375.000 padahal pasukan muslim yang menyerang Tours tidak sampai 50.000 sampai 80.000.
Adalah Abdurrahman Al Ghafiqi yang berasal dari generasi tabi'in dari Yaman yang memimpin serangan ke Tours. Sebelumnya ia berhasil menduduki kota-kota Toulouse, Aril, Bordeaux, Poiter dan Tours. Padahal jarak Tours hanya sekitar 100 km dari Paris. Tetapi jaraknya Cordoba sekitar 1000 km.
Kekalahan pihak muslim di Tours disebutkan karena harta rampasan perang. Sama halnya seperti yang terjadi di Uhud ketika merebut rampasan perang. Sebagai ahli sejarah Dr Hasan Muins meragukan karena biasanya harta rampasan pernah ditinggalkan kecuali senjata dan kuda.
Kita tidak tahu kalau yang terjadi sebenarnya tetapi Charles Martel  dengan 400.000 pasukan aliansi Eropa berhasil menyerang pasukan Belakang sehingga pasukan Andalusia yang sudah menang di hari ke 10 harus berbalik dan mengalami kekalahan di hari yang ke 11. pasukan muslim menarik diri dari Tours namun pasukan Perancis tidak mengejar karena khawatir jebakan.
Oleh karena itu Charles Martel di sebut sebagai Seorang penyelamat dari invasi Muslim. Tetapi ahli sejarah barat pun meragukan karena sifatnya pernah Tours ini seperti perang biasa saja (Wikipedia).
#Andalusia
#sejarahislam
#perancis
#abdurrahmanalghafiqi
Sumber : Raghib Sarjani "Bangkit dan  Runtuhnya Andalusia" dan Wikipedia

Kamis, 14 Maret 2019

Siapakah yang mengundang pasukan Salib?

Sejarah perang Salib hingga delapan episode adalah sebuah sejarah yang penuh dengan darah. Perebutan kekuasaan di tanah suci ketiga  agama samawi membawa pada konflik agama hingga berabad-abad.
Salah satu alasan prajurit Salib yang pada waktu itu adalah kaum Nasrani yang dihalangi atau dipersulit untuk masuk ke wilayah Baitul Maqdis atau Jerusalem ataupun Darusallam.
Invasi pertama dalam waktu yang terbilang singkat, Kaum Salib menduduki beberapa kota seperti Nicea yang pada saat itu dibawah pemerintahan Seljuk Romawi. Kemudian Antakya (Antioch) , Sis, Tripoli, Sidon, Tyre, Ashkalon.
Dalam buku Thaqussy, para sejarawan menuduh Fattimiyyah sendiri yang mengundang pasukan Salib ke wilayah tanah suci atau daerah yang dalam bahasa baratnya dimaksud Levant.
Setelah itu Raja dari Salib yang bernama Baldwin malah ingin menduduki tanah suci. Ini tentu saja membuat Daulah Fathimiyah kebakaran jenggot.
Awalnya mereka mengira kedatangan pasukan Salib hanya untuk menduduki wilayah Seljuk saja. Mereka mempersiapkan diri menghadapi Baldwin yang sukses mengambil beberapa kota di wilayah Syam.
Hal yang memalukan adalah jatuhnya Baitul Maqdis. Tragedi pembantaian ummat Islam yang pada saat itu dibawah Fathimiyah. (Penulis tidak mengetahui apakah penduduk mayoritas pada saat itu Islam atau Syiah , mengingat pada waktu itu Baitul Maqdis masih dalam wilayah Fathimiyah.
Meski demikian tentu kita tidak bisa menerima penodaan tanah suci ketiga Ummat Islam oleh Pasukan salib.
Ibnul Atsir mengatakan" Dikatakan bahwa penguasa Mesir dari Alawi, tatkala melihat kekuatan Daulah Saljuk dan kemampuannya serta kekuasaannya membentang bumi Syam sampai Gaza, tidak ada wilayah lain antara Saljuk dan Mesir yang menghalangi masuknya pastur (gubernur Baitul Maqdis) ke Mesir dan perbatasannya, maka orang Fathimiyah di Mesir dilanda ketakutan. Mereka mengundang mereka supaya masuk ke Syam dan menguasainya karena berharap menjadi penengah antara Daulah Fathimiyah dan Daulah Seljuk"
Malah Al Afdhal senang ketika pasukan Seljuk dihancurkan setelah jatuhnya Niacea dan kekalahan di Perang Dorydellum.(Thaqussy, 2007: p 644-645)
Tentu kalau pecinta teori konspirasi malah senang mengkaitkan hal ini dengan konspirasi Syiah bekerja sama dengan Pasukan Salib.
Ibnu Bardi Taghri menilai Fathimiyah tidak peka dalam jihad. Mereka seolah tidak berbuat apa-apa meski mengirimkan armada laut mereka.
Akan tetapi pada satu titik Daulah Fathimiyah juga meminta bantuan dari pihak penguasa Damaskus yang bernama Thughtakin yang pada saat itu bawahan dari Seljuk Rumawi. ia mengirimkan 1300 pasukan pemanah. Pada saat itulah terjadi kerjasama antara Sunni dengan Syiah.
Pada akhirnya datang bintang Keluarga Zanki dan Ayyub yang akan membebaskan Masjidil Aqsha dan menenggelamkan Daulah Syiah dari Mesir.

#perangsalib
#seljukRomawi
#daulahfathimiyyah
#pasukansalib
#seljukrum
#baitulmaqdis
#alaqsho
#palestina

Selasa, 12 Maret 2019

Asal Usul Hasssasin yang lahir di era Fathimiyyah

Kalau mendengar Hassasin atau Assasin mungkin akan tertuju pada video
game buatan luar yang mengisahkan perjalanan dari seorang pembunuh
bayaran. Asal usul mereka dari Mesir dan dibawa oleh seorang Yaman
yang bernama Hassan bin Shabah Al HImyar yang me refer ke wilayah
Himyar sebagai tempat lahirnya.
Kalau diruntu maka gerakan ini muncul karena dukungan mereka terhadapa
Nizar anak Khalifah Al Munthasir yang seharusnya menjadi khalifah
karena anak tertua. Pada masa hidupnya khalifa AL Muntashir juga sudah
menuliskan bahwa anak tertuanyalah yang menduduki jabatan tersebut
namun menterinya pada saat itu Al Afdhal bin BAdrul Jamal bermanuver
untuk menggaalkan hingga pada saat kematian Khalifah belum meantik
anaknya. Al Afdhal akhirnya melantik Al Musta'li pada 18 Djulzhizah
487 H atau 29 Desember 1094 M.
Al Afdhal menyukai anak bungsu Al Munthasir, Abu Al Qosim yang
mempunyai gelar Al Musta'li. Hal ini disebabkan Al Musta'li lebih
muda dari Nizar, kedua Hubungan keluarga karena Al Musta'li menikahi
saudara perempuan Al Afdhal yang bernama Sitt Al Mulk serta ketiga Al
Afdhal membenci Nizar.Kebencian NIzar uga terlihat dengan menghinanya
sebagai orang Armenia.
Nizar tidak tinggaldiam, ia bersama Mahmud MAshal mengadakan
perlawanan. IA mengirim 30.000 tentara yang teridri dari bansga Arab,
Turki dan MAghrib menyerang Al Musta'li namun dapat dikalahkan.
Musta'li menangkap keduanya dan menahan dan akhirnya membunuh . untuk
Musta'li ada keraguan apa ia dibunuh atau meninggal dalam tahanan.
Al Afdhal memburu orang yang tidak sepakat dengannya. Ia juga
mempunyai kecendruangn pada Ahlu Sunnah seperti menghentikan Maulid
Nabi, MAulid Fathimah dan MAulid Nabi.
Adapun orang-orang penudukung Nizar masih mengakui seperti halnya
Hassan Al Shabah, Ia sebanrnya orang yAman yang ke Mesir untuk
mendalami dkawah Syiah Fathimiyyah ia berguru pada Al… Fiddan
hibbatullah Asy Sairazi. Tetapi gurunya sudah meninggal sebelum ia
sampai ke sana 469 H/1076 M . Iamepeljarari bku dan karya gurunya
tersebut selama 18 bulan.
Ia berasal dari keluarga pengabdi Bani Saljuk.Ayahnya meningglakan
Yaman untuk ke Rayy untuk bekerja pada Sultan Alp Arselan.
Hassan AShabah membentuk pasukan dari kupulan Syiah ISmailiyyah murni
dan dkawah mereka dinamakana Nizariyah karena dinsbatkan oleh pemegang
khalifah yang sesungguhnya. Ia berdkawah kalau Nizarlah yang
berhakuntuk menyadang khalifah.
Gerakan ini menjadi gerakan pembunuh dan dinamankan Hassaisn karena
mereka yang mau mmebunuh mengonsumsi hassis atau produk dari opium.
Reputasi mereka terkenal pada masa perang Salib karena membunuh tokoh
yang bertentangan dengan mereka. Pada Zaman Shalahuddin, ia berusaha
memeranginya namun tidak berhasil. Gerakan ini oleh serangan pasukan
Mongol dibawah pimpinan Hulagu Khan.
#dakwahsyiah
#dakwahfathimiyyah
#daulahFathimiyyah
#Hassasin
#Khalifahalmustali
#Khalifahalmunthasir
#syiah
#sejarahislam
#badruljamal
#Alafdhal

Munculnya Orang Mongol di pentas sejarah Islam

Munculnya Mongol di Pentas Sejarah Islam Sebelumnya orang Mongol adalah penduduk negeri yang jauh dari peradaban . Mereka adalah suku nomade...