Balath Syuhada Tours 732
Ummat Islam berduka cita dengan penembakan pengecut yang dilakukan teroris. Teroris membawa senjata yang ada tulisannya seperti Tours 732. Hal itu sangat mengejutkan para pecinta sejarah termasuk penulis karena hal si pembunuh menembak mempunyai motivasi agama bukan hanya sekedar menembak saja.
tours adalah tempat balath Syuhada karena banyak sekali Syuhada yang meninggal. Ahli sejarah Islam tidak ada yang mencatat. Ada dugaan kalau perang ini menimbulkan kesedihan yang dalam karena kekalahan sehingga tidak dicatat. Hanya saja ada sumber Barat yang mencatat kalau korban mencapai 375.000 padahal pasukan muslim yang menyerang Tours tidak sampai 50.000 sampai 80.000.
Adalah Abdurrahman Al Ghafiqi yang berasal dari generasi tabi'in dari Yaman yang memimpin serangan ke Tours. Sebelumnya ia berhasil menduduki kota-kota Toulouse, Aril, Bordeaux, Poiter dan Tours. Padahal jarak Tours hanya sekitar 100 km dari Paris. Tetapi jaraknya Cordoba sekitar 1000 km.
Kekalahan pihak muslim di Tours disebutkan karena harta rampasan perang. Sama halnya seperti yang terjadi di Uhud ketika merebut rampasan perang. Sebagai ahli sejarah Dr Hasan Muins meragukan karena biasanya harta rampasan pernah ditinggalkan kecuali senjata dan kuda.
Kita tidak tahu kalau yang terjadi sebenarnya tetapi Charles Martel dengan 400.000 pasukan aliansi Eropa berhasil menyerang pasukan Belakang sehingga pasukan Andalusia yang sudah menang di hari ke 10 harus berbalik dan mengalami kekalahan di hari yang ke 11. pasukan muslim menarik diri dari Tours namun pasukan Perancis tidak mengejar karena khawatir jebakan.
Oleh karena itu Charles Martel di sebut sebagai Seorang penyelamat dari invasi Muslim. Tetapi ahli sejarah barat pun meragukan karena sifatnya pernah Tours ini seperti perang biasa saja (Wikipedia).
#Andalusia
#sejarahislam
#perancis
#abdurrahmanalghafiqi
Sumber : Raghib Sarjani "Bangkit dan Runtuhnya Andalusia" dan Wikipedia
Ummat Islam berduka cita dengan penembakan pengecut yang dilakukan teroris. Teroris membawa senjata yang ada tulisannya seperti Tours 732. Hal itu sangat mengejutkan para pecinta sejarah termasuk penulis karena hal si pembunuh menembak mempunyai motivasi agama bukan hanya sekedar menembak saja.
tours adalah tempat balath Syuhada karena banyak sekali Syuhada yang meninggal. Ahli sejarah Islam tidak ada yang mencatat. Ada dugaan kalau perang ini menimbulkan kesedihan yang dalam karena kekalahan sehingga tidak dicatat. Hanya saja ada sumber Barat yang mencatat kalau korban mencapai 375.000 padahal pasukan muslim yang menyerang Tours tidak sampai 50.000 sampai 80.000.
Adalah Abdurrahman Al Ghafiqi yang berasal dari generasi tabi'in dari Yaman yang memimpin serangan ke Tours. Sebelumnya ia berhasil menduduki kota-kota Toulouse, Aril, Bordeaux, Poiter dan Tours. Padahal jarak Tours hanya sekitar 100 km dari Paris. Tetapi jaraknya Cordoba sekitar 1000 km.
Kekalahan pihak muslim di Tours disebutkan karena harta rampasan perang. Sama halnya seperti yang terjadi di Uhud ketika merebut rampasan perang. Sebagai ahli sejarah Dr Hasan Muins meragukan karena biasanya harta rampasan pernah ditinggalkan kecuali senjata dan kuda.
Kita tidak tahu kalau yang terjadi sebenarnya tetapi Charles Martel dengan 400.000 pasukan aliansi Eropa berhasil menyerang pasukan Belakang sehingga pasukan Andalusia yang sudah menang di hari ke 10 harus berbalik dan mengalami kekalahan di hari yang ke 11. pasukan muslim menarik diri dari Tours namun pasukan Perancis tidak mengejar karena khawatir jebakan.
Oleh karena itu Charles Martel di sebut sebagai Seorang penyelamat dari invasi Muslim. Tetapi ahli sejarah barat pun meragukan karena sifatnya pernah Tours ini seperti perang biasa saja (Wikipedia).
#Andalusia
#sejarahislam
#perancis
#abdurrahmanalghafiqi
Sumber : Raghib Sarjani "Bangkit dan Runtuhnya Andalusia" dan Wikipedia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar