Kamis, 14 Maret 2019

Siapakah yang mengundang pasukan Salib?

Sejarah perang Salib hingga delapan episode adalah sebuah sejarah yang penuh dengan darah. Perebutan kekuasaan di tanah suci ketiga  agama samawi membawa pada konflik agama hingga berabad-abad.
Salah satu alasan prajurit Salib yang pada waktu itu adalah kaum Nasrani yang dihalangi atau dipersulit untuk masuk ke wilayah Baitul Maqdis atau Jerusalem ataupun Darusallam.
Invasi pertama dalam waktu yang terbilang singkat, Kaum Salib menduduki beberapa kota seperti Nicea yang pada saat itu dibawah pemerintahan Seljuk Romawi. Kemudian Antakya (Antioch) , Sis, Tripoli, Sidon, Tyre, Ashkalon.
Dalam buku Thaqussy, para sejarawan menuduh Fattimiyyah sendiri yang mengundang pasukan Salib ke wilayah tanah suci atau daerah yang dalam bahasa baratnya dimaksud Levant.
Setelah itu Raja dari Salib yang bernama Baldwin malah ingin menduduki tanah suci. Ini tentu saja membuat Daulah Fathimiyah kebakaran jenggot.
Awalnya mereka mengira kedatangan pasukan Salib hanya untuk menduduki wilayah Seljuk saja. Mereka mempersiapkan diri menghadapi Baldwin yang sukses mengambil beberapa kota di wilayah Syam.
Hal yang memalukan adalah jatuhnya Baitul Maqdis. Tragedi pembantaian ummat Islam yang pada saat itu dibawah Fathimiyah. (Penulis tidak mengetahui apakah penduduk mayoritas pada saat itu Islam atau Syiah , mengingat pada waktu itu Baitul Maqdis masih dalam wilayah Fathimiyah.
Meski demikian tentu kita tidak bisa menerima penodaan tanah suci ketiga Ummat Islam oleh Pasukan salib.
Ibnul Atsir mengatakan" Dikatakan bahwa penguasa Mesir dari Alawi, tatkala melihat kekuatan Daulah Saljuk dan kemampuannya serta kekuasaannya membentang bumi Syam sampai Gaza, tidak ada wilayah lain antara Saljuk dan Mesir yang menghalangi masuknya pastur (gubernur Baitul Maqdis) ke Mesir dan perbatasannya, maka orang Fathimiyah di Mesir dilanda ketakutan. Mereka mengundang mereka supaya masuk ke Syam dan menguasainya karena berharap menjadi penengah antara Daulah Fathimiyah dan Daulah Seljuk"
Malah Al Afdhal senang ketika pasukan Seljuk dihancurkan setelah jatuhnya Niacea dan kekalahan di Perang Dorydellum.(Thaqussy, 2007: p 644-645)
Tentu kalau pecinta teori konspirasi malah senang mengkaitkan hal ini dengan konspirasi Syiah bekerja sama dengan Pasukan Salib.
Ibnu Bardi Taghri menilai Fathimiyah tidak peka dalam jihad. Mereka seolah tidak berbuat apa-apa meski mengirimkan armada laut mereka.
Akan tetapi pada satu titik Daulah Fathimiyah juga meminta bantuan dari pihak penguasa Damaskus yang bernama Thughtakin yang pada saat itu bawahan dari Seljuk Rumawi. ia mengirimkan 1300 pasukan pemanah. Pada saat itulah terjadi kerjasama antara Sunni dengan Syiah.
Pada akhirnya datang bintang Keluarga Zanki dan Ayyub yang akan membebaskan Masjidil Aqsha dan menenggelamkan Daulah Syiah dari Mesir.

#perangsalib
#seljukRomawi
#daulahfathimiyyah
#pasukansalib
#seljukrum
#baitulmaqdis
#alaqsho
#palestina

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Munculnya Orang Mongol di pentas sejarah Islam

Munculnya Mongol di Pentas Sejarah Islam Sebelumnya orang Mongol adalah penduduk negeri yang jauh dari peradaban . Mereka adalah suku nomade...