Kamis, 21 Maret 2019

Asal Usul Bangsa Mamluk

Mamluk adalah asal kata dari bahasa Arab yang artinya budak. Bentuk jamaknya adalah Mamalik. Mereka adalah sebuah dinasti muslim yang mewarnai dunia Islam di negeri Syam dan Mesir untuk waktu kurang lebih selama 257 tahun (648-923H/1260-1517M)
Tentu saja kesultanan Mamluk mempunyai catatan sejarah yang dari awalnya. Ide penggunaan pasukan mereka adalah karena suatu kebutuhan. Dalam percaturan politik, setiap pihak memerlukan keamanan yang akan menjamin kelanggengan dari kekuasaan. Pihak Abbasiyah menyadari akan hal itu karenanya mereka mulai menggunakan bangsa Mamluk. Mereka membeli budak-budak kulit putih yang mempunyai kharakteristik badan yang besar dan bagus. Mereka juga adalah orang pemberani. Adalah Al Mu'thasim (218-227H/833-842M), Khalifah Abbasiyah yang menggunakan jasa mereka untuk menghadapi perang. Pada saat itu ia tidak mungkin lagi mengharapkan bantuan dari bangsa Persia yang protes pada pemindahan ibukota Abbasiyah dari Khurasan (Merv) ke Baghdad pada masa Khalifah Al Ma'mun (198-218H/813-833M) Terlebih mengharapkan bangsa Arab. Boro-boro karena mereka sering berpindah pihak.
Karenya pilihan yang terbaik pada saat itu adalah menggunakan para mamluk. Mereka lebih baik daripada penduduk Abbasiyah.
Awalnya mereka pada budak namun akhirnya mereka menenggelamkan sultan-sultan yang menyewa mereka atau memperkerjakan mereka. Mereka mempunyai kekuatan hingga bisa mencopot Khalifah  semau mereka sampai pada tahapan mereka mendirikan kerajaan sendiri.
Hal itu karena penguasa sebelumnya terlibat pertikaian internal dengan saudara yakni Daulah Ayyubiyyah. Sebab lain adalah mereka tidak mampu untuk menghalau serangan bangsa Mongol yang menghancurkan Baghdad.
Para budak ini memang hidup dalam kelas . Mereka tidak mau berbaur dengan bangsa lainnya dan mempunyai komunitas yang ekslusif. Ini pernah terjadi di zaman Al Mu'thasim sehingga rakyat Baghdad memprotes mereka. Akhirnya Al Mu'thasim membuatkan tempat mereka di Samara.
Mereka mempunyai kelompok sendiri. Merek bahkan tidak mau menikahi orang Arab sehingga turunan mereka terjaga.
Mereka menjadi pasukan. Pada negara-negara vassal maupun bekas Abbasiyah seperti Shaffar, Saman, Thulun, Ikhsiydid, dan lain-lain.
Mereka juga mebjad salah satu kekuatan pada zaman keluarga Zanki maupun Ayyubi. Hingga mereka mendirikan kerajaan Mameluk Burji atau Mameluk yang ada di Burj menara. Mereka menguasai daratan dan mengawasi tempat melalui menara. Kemudian, mereka juga mendirikan Mameluk Bahri atau yang ada di perairan atau istilahnya Angkatan Lautnya. Mereka menjaga dinasti Abbasiyah meski hanya simbol sampai mereka dikalahkan oleh Sultan Murad pada perang Marj Dabiq.

#Mameluk
#Mamluk
#SultanMamluk
#Syam
#Mesir
#Abbassiyah
#khalifahalmuthasim


Dari Buku Muhammad Suhail Thaqussy, Bangkit dan Runtuhnya Daulah Mamluk

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Munculnya Orang Mongol di pentas sejarah Islam

Munculnya Mongol di Pentas Sejarah Islam Sebelumnya orang Mongol adalah penduduk negeri yang jauh dari peradaban . Mereka adalah suku nomade...