Jumat, 27 Maret 2020

Munculnya Orang Mongol di pentas sejarah Islam

Munculnya Mongol di Pentas Sejarah Islam
Sebelumnya orang Mongol adalah penduduk negeri yang jauh dari peradaban . Mereka adalah suku nomaden yang tinggal di pedalaman Asia di sebelah Utara Gurun Gobi. Kawasan mereka yang luas di anak sungai Amor dan menduduki Yamaha antara Danau Baikal dan juga pegunungan Uyhgur.
Suku ini selalu berselisih dengan tetangganya yang disebelah timur Tatar.
Sejarah Jengis Khan dimulai dari kakeknya yang bernama Khabil Khan mengorganisir suku-suku tersebut namun setelah elah meninggal kerjaannya runtuh dan Raja China Altan Khan memperkuat kedaulatannya atas negeri itu. Sementara bapak Jengis yang bernama Yesugei mewarisi sedikit wilayah tersebut. Ia berhasil mengumpulkan semua suku dan mengalahkan suku Tatar. Ia meninggal sebelum menjadi Khan yang agung diracun orang Tatar tahun 572 H /1176 M Sementara itu putra sulungnya Temujin masih muda. Ia menghadapi tantangan dari suku-suku Tayichi'ud.
Ia berhasil menyatukan suku-suku di Gurun Gobi.
Ia mempunyai impian setelah menduduki tahta dan mempunyai nama Jengis Khan yang artinya "Sang Penakluk Dunia".
Pertama, Ekspansi selatan menaklukkan China Utara
Kedua, Mengejar musuh yang lari terutama Qara Khitai yang menguasai Uyghurs hingga laut Aral.
Ia berhasil melaksanakan keduanya dan pada saat itu wilayah Khitai berbatasan dengan wilayah Islam Transoxiana atau ma Nara wa nahar.
#JengisKhan
#Yesugei
#Mongol
Dari buku bangkit dan runtuhnya Dinasti Fathimiyah oleh Muhammad Suhail Thaqussy
 

Jumat, 14 Februari 2020

Komposisi pasukan muslim Perang Salib

Komposisi pasukan muslim Perang Salib


Dalam peperangan yang sudah berlangsung lama maka pasukan Muslim mempunyai pasukan dari berbagai kalangan. Pasukan asa pasukan satria berkuda dari desa, kemudian juga sukarelawan tidka tetap. Bahkan penggunaan pasukan profesional yang berasal dari budak negeri darul Harb.

Sejakb abatf ke 9 , para penguasa muslim lebih mengutamakan prajurit profesional daripada Kobtigen suku, Badui, Berber atau Turki Nomaden. Karena kertelibatan  kelompok ini dapat mengantarkan kepada kekuasaan. Sebaliknya hal itu tidka ditwmukan pada prajuirt profesional karena mereka tidak terikat dengan suku➡️ akan tetapi dari persatuan budak berkumpul mampu menjadi penguasa seperti Mamluk

Untuk peperangan skala kecil maka pasukan ksatria saja yang digunakan.

Salah satu tulang punggung adalahbkaun Turki Nomaden yang kehidupan mereka berpindah akan tetapi mereka mempunyai ekmampian tempur yang hebat. Tahir Merzavi menyebut mwreka orang yang terkuat dan dan palibg bertahan dalam pertempuran dan peperangan.

Zengi juga memanfaatkan mereka dalam nekahloan militer
Para pemimpin Islam mendapat berkah dari keberadaan mereka begitu juga penduduk setempat m
Namun sejak Buzham Al Mulk penggunaan Turki Jimaden inibsepertinya menguilqng. Nizam berpendapat kalau efektif dari gabubgan suku dari pada ras tertentu.

➡️Hal ini mungkin bisa melahirkan potensi  chaos jika mereka yang digunakan. Sevara alamiah manusia akan merasa ialah yang berjasa.

Pasukan Fathimiyah

Fatimiyyah bukan bagian islam namun ia merupakan lawan dari pasukan Salib.  Karenanya mereka juga mempunyai komposisi masukan Magribi dan pasukan Masriq. Pasukan Maghribi ialah orang-orang Amazigh atau suku Berber sedangkan pasukan Mashriq adalah orang Turki. Terkadang keduanya terjadi konflik yang menyebabkan bahaya bagi Fathimiyah sendiri.

 

Kamis, 13 Februari 2020

Khalifah Abbasiyah pertama

As Saffah Khalifah Abbasiyah pertama

Nama lengkap Khalifah Abbasiyah pertama adalah Abul Abbas bin Muhammad bin Abdullah bin Abbas. Lahir di Hamimah pada tahun 40 H. Ia di baiat di Kufah pada hari Kamis 13 Rabiul Awwal tahun 132 H/30 Oktober 749. Ia berkuasa untuk waktu kira-kira empat tahun.
Ia memindahkan kekuasaan dari Kufah ke Hirah karena tidak mempercayai penduduk Kufah.
Sela hidupnya ia harus melawan sisa-sisa kekuatan Umayyah seperti Yazid bin Hubairah yang menjadi Gubernur Irak Umayyah. Ia berlaku kejam pada orang-orang Umayyah . Ia mengejar keturunan Umayyah untuk ditangkap.
Mereka membongkar kuburan pemimpin Umayyah seperti Muawiyah bin Abu Sufyan Radhiallahu Anhu, Yazid bin Muawiyyah dan Abdul Malik bin Marwan. Mereka Merusak mayat Hisyam bin Abdul Malik yang masih utuh. Setelah orang terpenting terbunuh As Saffah memberikan perlindungan pada akeluarga Umayyah yakni Amir bin Muawiyah.
As Saffah juga harus berhadapan dengan teman seperjuangan seperti Abu Salamah Hafs bin Sulaiman yang kenal memindahkan kekhalifahan pada keluarga Ali. As Shafah memerintahkan Abu Muslim Al Khurasani untuk membunuh Abu Salamah.
Sementara Abu Muslim juga menuduh Sulaiman bin Katsir berkhianat dan As Saffah membunuhnya.
Selain Abu Muslim ada dua tokoh kepercayaan As Saffah yakni Abu Ja'far Alanshur yang berada di Al Jazirah, Armenia dan Irak yang nantinya menjadi Khalifah kedua dan yang ketiga adalah Abdullah bin Ali di Mesir dan Syria.

Dari Bangkit dan Runtuhnya Daulah Abbasiyah karangan Syaikh Muhammad Al Khudari
 

Selasa, 04 Februari 2020

Menghidupkan kembali Khalifah Abbasiyah

Banyak pecinta sejarah yang mungkin terkecoh kalau kehancuran Baghdad adalah akhir dari Khalifah Abbasiyah. Tentu ini tidak sepenuhnya benar. Karena Khalifah Abbasiyah masih ada hingga abad akhir 15 yakni sekitar tahun 1571 atau pada saat Perang Marj Dabiq.
Tentu dunia Islam sangat bersedih dengan kehilangan Khalifah yang selama ini menjadi pemimpin dunia Islam. Meski secara jujur bisa kita katakan kalau Khalifah menjelang kehancuran Banghdad tidak lebih sebuah simbol karena pihak-pihak kerarajaan bawahan yang justru "mengatur" Khalifah.
Tidak banyak buku sejarah umum yang beredar di pasar yang menyebut kalau para penguasa Mameluk berusaha untuk membangkitkan kembali Khalifah Abbasiyah.
Adapun motivasi Mamluk mendirikan kembali atau merevitalisasi kembali kalau kata itu adalah kata yang tepat untuk menghidupkan kembali Abbasiyah adalah upaya untuk mendapatkan legitimasi dari Khalifah.
Selama ini Mameluk yang keturunan budak masih dipandang tidak baik oleh penduduk Mesir. Adapun di wilayah Syam masih dikuasai oleh keluarga keturunan Shalahuddin Al Ayyubi yang merasa berhak dengan tahta Mesir.
Usaha ini dilakukan oleh Saifuddin Quthuz untuk mencari keturunan dari Abbasiyah namun ia sudah terbunuh terlebih dahulu. Akhirnya usaha ini dilanjutkan oleh penggantinya Baybars Al Bunduquri. Ia mendapatkan keturunan Abbasiyah yang terlepas dari pembantaian oleh bangsa Mongol.
Walau meragukan nasab dari Abu Ahmad yang diberi gelar Al Qosim namun tampaknya semua pihak menerima kecuali beberapa pihak di Syam. Akhirnya dibbaiat namun keberadaan Khalifah ini justru menjadi batu bagi Baybars ia pun mencari akal agar Khalifah mempunyai ruang gerak di batasi.
Pada saat itu Khalifah mempunyai keinginan untuk kembali membebaskan Baghdad namun dibekali oleh Baybars dengan pasukan yang sedikit. Sehingga Khalifah bisa dikalahkan sementara Baybars tidak mau ke Baghdad karena alasan menumpas pemberontakan di Syam.
Untuk kedua kalinya ia mengangkat kembali Khalifah Abbasiyah yang bergelar Al Munthasir yang mempunyai kekuasaan terbatas. Pemegang kekuasaan tetap di tangan Baybars dengan demikian tercapailah cita-cita dari Baybars.
#KhalifahAbbasiyah
#Mongol
#Baghdad
#Baybars
#Mameluk
#KesultananMameluk
#SultanMesir
#dinastiAyyubiyyah
Dari buku bangkit dan runtuhnya Dinasti Fathimiyah oleh Muhammad Suhail Thaqussy



 

Sabtu, 21 Desember 2019

Kemunduran Abbasiyyah dengan berdirinya negeri kecil

Kemunduran Khalifah Abbasiyah

Pada awal berdirinya  pasukan Umayyah di Sungai Zab yang merupakan anak sungai Tigris, tidak serta Merta Abbasiyah mewarisi wilayah kekuasaan Umayyah.Wilayah Pinggir yang rawan yakni di sebelah BArat tepatnya Sangat sulit di jangkau oleh Abbasiyyah.750 M

Yang pertama adalah wilayah Andalusia yang jauh di sebelah Barat dan dipisahkan oleh Laut Mediterania. Wilayah tersebut sudah berdiri dan dengan datangnya pelarian keturunan dari Khalifah Hisham bin Abdul Malik. Nama Raja tersebut Abdurrahman I diberi nama Abdakil yang berarti memasuki tanah Abdalusia. Ia berhasil mengumpulkan kekuatan Arab dan suku Amazigh dan berhasil mendirikan pemerintahan di wilayah itu.

Kemudian Idris bin Abdullah yang gagal melancarkan Revolusi Shiah 786 M lari ke wilayah Morocco. Para pelarian atau lawan politik ini menjadikan wilayah ini menjadi wilayah pemberontakan atau menjadi wilayah sendiri karena jauhnya dari pusat pemerintahan Abbasiyah. Anaknya Idris II mendirikan kerajaan Fez, Morooco.

Di belahan Afrika lainnya, ada Ibrahim bin Aghlab Gubernur Abbasiyah di Ifriqiyya mendirikan negara di wilayah Wargapa, Tahert, dan Sijilmasa. Mereka berkuasa hingga abad 10 sehingga digantikan dinasti Ubaydiyyun atau Fathimiyah. Mereka adalah penganut khawaridj.

Menurut Ibnu Khaldun memang bisa dipercaya karena tiap kejayaan akan dilanjutkan pada kemunduran .Pasca meninggalnya Harun Al Rasyid yang juga Khalifah terkenal karena kekuasaannya, Abbasiyah masuk ke dalam perang sipil anayara keduanya yakni Al Hadi dan Al Makmum. Meski menang otoritas agama melemah dan terus sehingga melemah.

Berawal dari Samarkan yang ada tapal batas di timur. Ada gubernur yang mendirikan negeri Tahiriyah yang dinisbatkan pada pada pendirinya Thahir yang merupakan gubernur Samarkand. Sebelumnya ia sendiri adalah Jendral di bawah Khalifah Abbasiyah

Pada akhir abad 10 gelar Khalifah hanya tituler saja. Para penguasa memegang kekuasaan absolut seperti halnya 960 M saat itu pada kerajan.

Ada gerakan Komunis Qaramithah yang berasal dari Bahrain ke Al Jazira sampai ke Mekkah. Mereka mengambil Hajar Aswad dan membunuh jamaah haji.

Di negeri Mesir negeri Thulun berdiri dan Daulah Ikhsid digantikan oleh Dinasti Fatimiyyah yang Syiah. Kedua kerajaan tersebut adalah orang Turki yang awalnya mengabdi pada Khalifah.

Abbasiyah semenjak itu tidak bisa lagi bangkit hanya menjadi gelar semata saja. Pernah ada Khalifah yang berkuasa penuh namun hanya sebentar saja.

Dari Historical Islam Word Atlas

Selasa, 15 Oktober 2019

Peran Battering Ram dalam Perang Salib III

Upaya peningkatan tekhnologi selalu ditingkatkan untuk mengalahkan lawan masing-masing. Setelah kegagalan mereka dalam Perang Salib II, para pejuang Eropa memperbaiki cara-cara maupun meningkatkan tekhnologi untuk melawan pasukan Muslim di bawah Shalahuddin Al Ayubbi. Tentu saja Shalahuddin juga tidak tinggal diam untuk menghadapi perlawanan musuh.  

Shinwar itu arti dari kucing dalam bahasa Arab. Alat inilah yang dipakai bangsa Eropa untuk mendobrak benteng. Hal inilah yang membuat Eropa mampu merebut beberapa benteng di pantai negeri Syam milik Shalahuddin Al Ayyubi pada Perang Salib III 1189-1192.

Pemikiran saya awalnya kucing yang saya baca di buku Shalahuddin Al Ayyubi karya Ali Shalabi adalah alat yang seperti kuku yang di pegang oleh para prajurit untuk memanjat benteng karena kucing seperti itu. Awal pikiran saya adalah saya berpikir kalau Shinwar ini dipakai oleh pasukan sejenis Hassasin atau Ninja. 

Saya berusaha untuk mencari literatur yang merujuk pada kucing. Kadang saya merujuk pada menara pengepungan yang bisa naik dengan adanya ekor kucing.

Ternyata menurut Hillebrand, Shinwar ini seperti alat penanduk atau battering ram.Dalam bukunya adalah suatu alat yang dalamnya digerakkan beberapa tentara dengan alat penunjuk. Dalam bukunya Hillebrand juga tidak menggambarkan seperti yang biasa ia gambarkan pada alat yang lain.

Foto: Gambar Battering Ram

Jumat, 12 April 2019

Invasi Mahmud Ghazan ke Negeri Syam

Meski sudah masuk Islam, Mahmud Ghazan masih mempunyai impian yang sama dengan kakeknya yakni Hulagu Khan untuk menundukkan negeri Syam. Ia mengumpulkan pasukan dan persiapan untuk menyerang Syam. Ia menyerang benteng Mardin terlebih dahulu. Ia memanfaatkan kekisruhan di dalam tubuh penguasa Mamluk.
Sultan An Nashr Muhammad mengetahui bahwa pasukan Mongol Persia sudah mau untuk menyerang Syam karena mereka sudah melalui Halab atau Aleppo dari sungai Eufrat. Sultan An Nashr memerintahkan Amir Baybars sebagai panglima untuk mengatasi Ghazan.
Pada waktu ada usaha untuk menahan serangan Mongol, ada upaya pengkhianat di Gaza namun Sultan An Nashr menangkap mereka dan membunuh 50 orang Uraywatu.
An Nashr melanjutkan pasukannya ke Ascalon. Ketika itu pasukan Ilkhanate berada di Damaskus. Mereka merangsek ke Homs dan sampai pada 691 H atau 1295 M.
Terjadilah pertempuran di wilayah Wadi Khanzar antara Homs dan Hama. Pertempuran ini dimenangkan oleh pasukan Mahmud Ghazan sementara Sultan An Nashr mundur ke Balabak dan sebagain ada yang lari ke pegunungan atau pedesaan. Mahmud Ghazan tidak mengejar Ah Nashr karena kahwatir itu jebakan dari An Nashr.
Mahmud menguasai Homs dan merangsek ke Damaskus. Ia berjanji akan memberi jaminan keamanan pada penduduk Damaskus. Janji yang nantinya akan dilanggar dirinya di kemudian hari. Ia bergerak ke Baitul Maqdis, Al Khalil, dan Karak. 
Setelah Ghazan merasa aman, ia meninggalkan Syam dengan Qobjan sebagai gubernur  Melihat situasi lebih menguntungkan dengan Mamluk,  Qobjan menyatakan tunduk ke Mamluk.

Munculnya Orang Mongol di pentas sejarah Islam

Munculnya Mongol di Pentas Sejarah Islam Sebelumnya orang Mongol adalah penduduk negeri yang jauh dari peradaban . Mereka adalah suku nomade...