Selasa, 04 Februari 2020

Menghidupkan kembali Khalifah Abbasiyah

Banyak pecinta sejarah yang mungkin terkecoh kalau kehancuran Baghdad adalah akhir dari Khalifah Abbasiyah. Tentu ini tidak sepenuhnya benar. Karena Khalifah Abbasiyah masih ada hingga abad akhir 15 yakni sekitar tahun 1571 atau pada saat Perang Marj Dabiq.
Tentu dunia Islam sangat bersedih dengan kehilangan Khalifah yang selama ini menjadi pemimpin dunia Islam. Meski secara jujur bisa kita katakan kalau Khalifah menjelang kehancuran Banghdad tidak lebih sebuah simbol karena pihak-pihak kerarajaan bawahan yang justru "mengatur" Khalifah.
Tidak banyak buku sejarah umum yang beredar di pasar yang menyebut kalau para penguasa Mameluk berusaha untuk membangkitkan kembali Khalifah Abbasiyah.
Adapun motivasi Mamluk mendirikan kembali atau merevitalisasi kembali kalau kata itu adalah kata yang tepat untuk menghidupkan kembali Abbasiyah adalah upaya untuk mendapatkan legitimasi dari Khalifah.
Selama ini Mameluk yang keturunan budak masih dipandang tidak baik oleh penduduk Mesir. Adapun di wilayah Syam masih dikuasai oleh keluarga keturunan Shalahuddin Al Ayyubi yang merasa berhak dengan tahta Mesir.
Usaha ini dilakukan oleh Saifuddin Quthuz untuk mencari keturunan dari Abbasiyah namun ia sudah terbunuh terlebih dahulu. Akhirnya usaha ini dilanjutkan oleh penggantinya Baybars Al Bunduquri. Ia mendapatkan keturunan Abbasiyah yang terlepas dari pembantaian oleh bangsa Mongol.
Walau meragukan nasab dari Abu Ahmad yang diberi gelar Al Qosim namun tampaknya semua pihak menerima kecuali beberapa pihak di Syam. Akhirnya dibbaiat namun keberadaan Khalifah ini justru menjadi batu bagi Baybars ia pun mencari akal agar Khalifah mempunyai ruang gerak di batasi.
Pada saat itu Khalifah mempunyai keinginan untuk kembali membebaskan Baghdad namun dibekali oleh Baybars dengan pasukan yang sedikit. Sehingga Khalifah bisa dikalahkan sementara Baybars tidak mau ke Baghdad karena alasan menumpas pemberontakan di Syam.
Untuk kedua kalinya ia mengangkat kembali Khalifah Abbasiyah yang bergelar Al Munthasir yang mempunyai kekuasaan terbatas. Pemegang kekuasaan tetap di tangan Baybars dengan demikian tercapailah cita-cita dari Baybars.
#KhalifahAbbasiyah
#Mongol
#Baghdad
#Baybars
#Mameluk
#KesultananMameluk
#SultanMesir
#dinastiAyyubiyyah
Dari buku bangkit dan runtuhnya Dinasti Fathimiyah oleh Muhammad Suhail Thaqussy



 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Munculnya Orang Mongol di pentas sejarah Islam

Munculnya Mongol di Pentas Sejarah Islam Sebelumnya orang Mongol adalah penduduk negeri yang jauh dari peradaban . Mereka adalah suku nomade...