Upaya peningkatan tekhnologi selalu ditingkatkan untuk mengalahkan
lawan masing-masing. Setelah kegagalan mereka dalam Perang Salib II, para
pejuang Eropa memperbaiki cara-cara maupun meningkatkan tekhnologi untuk
melawan pasukan Muslim di bawah Shalahuddin Al Ayubbi. Tentu saja Shalahuddin
juga tidak tinggal diam untuk menghadapi perlawanan musuh.
Shinwar itu arti dari kucing dalam bahasa Arab. Alat inilah yang
dipakai bangsa Eropa untuk mendobrak benteng. Hal inilah yang membuat Eropa
mampu merebut beberapa benteng di pantai negeri Syam milik Shalahuddin Al
Ayyubi pada Perang Salib III 1189-1192.
Pemikiran saya awalnya kucing yang saya baca di buku Shalahuddin
Al Ayyubi karya Ali Shalabi adalah alat yang seperti kuku yang di pegang oleh
para prajurit untuk memanjat benteng karena kucing seperti itu. Awal pikiran
saya adalah saya berpikir kalau Shinwar ini dipakai oleh pasukan sejenis
Hassasin atau Ninja.
Saya berusaha untuk mencari literatur yang merujuk pada kucing.
Kadang saya merujuk pada menara pengepungan yang bisa naik dengan adanya ekor
kucing.
Ternyata menurut Hillebrand, Shinwar ini seperti alat penanduk
atau battering ram.Dalam bukunya adalah suatu alat yang dalamnya digerakkan
beberapa tentara dengan alat penunjuk. Dalam bukunya Hillebrand juga tidak
menggambarkan seperti yang biasa ia gambarkan pada alat yang lain.
Foto: Gambar Battering Ram

Tidak ada komentar:
Posting Komentar