Selasa, 15 Oktober 2019

Peran Battering Ram dalam Perang Salib III

Upaya peningkatan tekhnologi selalu ditingkatkan untuk mengalahkan lawan masing-masing. Setelah kegagalan mereka dalam Perang Salib II, para pejuang Eropa memperbaiki cara-cara maupun meningkatkan tekhnologi untuk melawan pasukan Muslim di bawah Shalahuddin Al Ayubbi. Tentu saja Shalahuddin juga tidak tinggal diam untuk menghadapi perlawanan musuh.  

Shinwar itu arti dari kucing dalam bahasa Arab. Alat inilah yang dipakai bangsa Eropa untuk mendobrak benteng. Hal inilah yang membuat Eropa mampu merebut beberapa benteng di pantai negeri Syam milik Shalahuddin Al Ayyubi pada Perang Salib III 1189-1192.

Pemikiran saya awalnya kucing yang saya baca di buku Shalahuddin Al Ayyubi karya Ali Shalabi adalah alat yang seperti kuku yang di pegang oleh para prajurit untuk memanjat benteng karena kucing seperti itu. Awal pikiran saya adalah saya berpikir kalau Shinwar ini dipakai oleh pasukan sejenis Hassasin atau Ninja. 

Saya berusaha untuk mencari literatur yang merujuk pada kucing. Kadang saya merujuk pada menara pengepungan yang bisa naik dengan adanya ekor kucing.

Ternyata menurut Hillebrand, Shinwar ini seperti alat penanduk atau battering ram.Dalam bukunya adalah suatu alat yang dalamnya digerakkan beberapa tentara dengan alat penunjuk. Dalam bukunya Hillebrand juga tidak menggambarkan seperti yang biasa ia gambarkan pada alat yang lain.

Foto: Gambar Battering Ram

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Munculnya Orang Mongol di pentas sejarah Islam

Munculnya Mongol di Pentas Sejarah Islam Sebelumnya orang Mongol adalah penduduk negeri yang jauh dari peradaban . Mereka adalah suku nomade...