Jumat, 12 April 2019

Invasi Mahmud Ghazan ke Negeri Syam

Meski sudah masuk Islam, Mahmud Ghazan masih mempunyai impian yang sama dengan kakeknya yakni Hulagu Khan untuk menundukkan negeri Syam. Ia mengumpulkan pasukan dan persiapan untuk menyerang Syam. Ia menyerang benteng Mardin terlebih dahulu. Ia memanfaatkan kekisruhan di dalam tubuh penguasa Mamluk.
Sultan An Nashr Muhammad mengetahui bahwa pasukan Mongol Persia sudah mau untuk menyerang Syam karena mereka sudah melalui Halab atau Aleppo dari sungai Eufrat. Sultan An Nashr memerintahkan Amir Baybars sebagai panglima untuk mengatasi Ghazan.
Pada waktu ada usaha untuk menahan serangan Mongol, ada upaya pengkhianat di Gaza namun Sultan An Nashr menangkap mereka dan membunuh 50 orang Uraywatu.
An Nashr melanjutkan pasukannya ke Ascalon. Ketika itu pasukan Ilkhanate berada di Damaskus. Mereka merangsek ke Homs dan sampai pada 691 H atau 1295 M.
Terjadilah pertempuran di wilayah Wadi Khanzar antara Homs dan Hama. Pertempuran ini dimenangkan oleh pasukan Mahmud Ghazan sementara Sultan An Nashr mundur ke Balabak dan sebagain ada yang lari ke pegunungan atau pedesaan. Mahmud Ghazan tidak mengejar Ah Nashr karena kahwatir itu jebakan dari An Nashr.
Mahmud menguasai Homs dan merangsek ke Damaskus. Ia berjanji akan memberi jaminan keamanan pada penduduk Damaskus. Janji yang nantinya akan dilanggar dirinya di kemudian hari. Ia bergerak ke Baitul Maqdis, Al Khalil, dan Karak. 
Setelah Ghazan merasa aman, ia meninggalkan Syam dengan Qobjan sebagai gubernur  Melihat situasi lebih menguntungkan dengan Mamluk,  Qobjan menyatakan tunduk ke Mamluk.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Munculnya Orang Mongol di pentas sejarah Islam

Munculnya Mongol di Pentas Sejarah Islam Sebelumnya orang Mongol adalah penduduk negeri yang jauh dari peradaban . Mereka adalah suku nomade...