Zaman Al Mahdi dan Al Hadi
Khalifah kedua adalah Al Mahdi yang bisa dikatakan beruntung karena pada masanya kemakmuran baik sekali. Al Mahdi adalah salah satu Khalifah yang baik sekali dan hatinya lembut
Ia memilih politik kasih sayang dan merangkul pada orang lain. Ia membebaskan tahanan politik yang kejahatannya sebatas pandangan politik saja yang berbeda dari ayahnya. Ia mampu merangkul semua golongan pada masa tersebut.
pada masa Al Mahdi yang memerangi kaum zindiq yang bentuk atasnya kadang mengejek agama dan pemiliknya. Ada juga yang merupakan percampuran antara cahaya kegelapan.
Pada masa Al Mahdi terjadi revolusi Al Muqanna yang mengakui dirinya sebagai tuhan. Khalifah memerintahkan Miar bin Muslim memburu dan Al Muqanna bunuh diri diikuti oleh para pengikutnya.
Al Mahdi menghapus kesempitan di masa ayahnya sehingga orang-ofang menyambut Khalifah Abbasiyah dengan gembira.
Zaman Al Hadi (169-170 H)
Al Hadi meneruskan kebijakan ayahnya memerangi zindiq. sifat Al Hadi berbeda dari ayahnya, ia bengis, keras dan kaku. Ia selalu mengawasi keluarga Ali dan mengirim orang untuk memeranginya di Fukh. Hingga Husain bin Ali terbunuh di sana. Mengingatkan seperti peristiwa Karbela.
Tidak diragukan lagi kalau kejayaan dari Abbasiyah adalah Harun Ar Rasyid yang dikenal dengan Ar Rasyid. Ia mempunyai sifat kasih sayang dana ia juga memiliki sifat yang bengis sekalian.
Pada saat ini ilmu pengetahuan sangat berkembang. Negeri dipenuhi oleh kemakmuran dan juga masyarakat hidup sejahtera.
Al muawaffaq adalah aebanrya orang yang sangat cerdas meski ia tidak memegang jabatan Khalifah. Ia mampu menggunakan orang-orang Turki agar dapat membantunya.
Beberapa Khalifah memang menggunakan orang Turki untuk menegakkan negeri. Mereka mempunyai keterampilan dalam berperang. Awalnya mereka hanya sebagai anak buah saja namun pada akhirnya mereka meminta lebih dari yang mereka dapatkan sebagai tentara. Mereka ingin menguasai negeri Abbasiyah. Pada beberapa periode selanjutnya terjadi dimana Bangsa Turki sendiri yang dapat memegang tampuk kekuasaan dimana mereka bisa memilih Khalifah
Selain Turki ada Dinasti Buawahi atau orang Buawahi yang berakar pada orang Persia dan menganut Syiah. Buawahi adalah orang yang mempunyai kekuatan namun tidak bisa menguasai administrasi. Oleh karena itu mereka lebih suka untuk tetap menjaga eksistensi Khalifah Abbasiyah daripada mendirikan Khalifah sendiri tetapi meski demikian mereka mempunyai kuasa atas negeri Abbasiyah.
Dalam perjalanan ia merangkul orang Barmak yang dipimpin oleh Ja'far Al Barmak. Orang Barmak yang merupakan keturunan Persia ini sangat berjasa pada masa Ar Rasyid. Tentu saja peranan mereka semakin membesar pada Khalifah.
Ar Rasyid sendiri waspada dengan perkembangan mereka. Bukan tidak mungkin mereka dapat merebut kekuasaan Abbasiyah. Meski Abbasiyah mengalami kemajuan berupa tekhnologinya yang yang tinggi pada masanya yang diwarisi dari Khalifah sebelumnya Muawiyah yang sudah mempunyai tradisi ilmu pengetahuan sebelumnya.
Ia membuat sebuah peradaban yang tinggi. Tetapi pada saat yang bersamaan juga muncul perpecahan karena adanya persaingan antarh Imam. Al Makmum mendapat dukungan dari Kaum Barmak sedangkmifr dyan Al Imam mendapatkan dukungan dari istri Khalifah yang juga ibu dari Al Imam Zubaydah. Pada akhiu juga jrnya yang membagikan perang adalah Al Makmum.
Faktor lain yang menyebabkan adalah wilayah yang luas dari sekitar Afrika Utara hingga wilayah Persia. Hal ini menyebabkan wilayah tersebut tidak tercover oleh pemerintah. Untuk mengirim pasukan ke Afrika Utara perlu waktu berbulan-bulan. Dengan demikian ini digunakan oleh kaum Khawarij untuk memberontak dan mendirikan negara sendiri.
Sepeninggal dari Ar Rasyid , Al Ma'mun berhasil menjadi menguasai Khalifah Abbasiyah yang menggunakan faksi Persia.
Pemberontakan yang paling lama di masa Abbasiyah adalah pemberontakan Zang atau Zanj. Ini berlangsung lama dan sempat menyita perhatian Abbasiyah. Setidaknya dua Khalifah harus mengatasi masalah ini. Masyarakat Zanj adalah masyarakat pekerja yang mendapatkan ketidakadilan dari penguasa Abbasiyah. Mereka berhasil mengumpulkan fanatisme golongan untuk melawan Abbasiyah.
Ini juga oleh dinasti Fatimayyah memanfaatkan kelengahan Abbasiyah dengan mendirikan Negera di wilayah Maghrib. Mereka berhasil untuk memanfaatkan isu perbedaan antara bangsa Arab dan Bangsa Berber.
Meski Berhasil untuk mendirikan negeri Syiah mereka tidaklah bisa memaksakan Mazhab Syiah pada masyarakat sana. Mereka sadar bahwa pemaksaan akan justru membuat rakyat memberontak .
Fathimayah disebut sebagai suatu Khalifah yang mempunyai ideologi Syiah dan berusaha melebarkan sayapnya hingga Mesir.
Mesir mempunyai wilayah yang sangat strategis namun pada saat itu dikuasai oleh penganut Qaramithah yang sebenarnya adalah penganut Syiah juga. Setidaknya usaha lima kali untuk menyerang Negeri Mesir hingga mereka berhasil untuk mendirikan negeri .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar