Senin, 28 Januari 2019

Daulah Adarisah : Daulah Syiah Zaidi di Maghribi




Daulah ini berkembang di Afrika Utara yang menganut kepercayaan Syiah Hassaniyyah. Pendirinya adalah Idris bin Abdullah bin Al Hasan bin Al Hasan bin Ali bin Abi Thalib pada tahun 172H atau 788 M. Idris berhasil mendirikan Daulah dengan bantuan suku barbar Kabilah Awarba.
Adarisah diuntungkan situasi Afrika yang penuh dengan konflik yakni antara suku Shanhajiyah (Sanhadja) Masmudiyah (Masmouda) yang memegang Sunni dan suku Burghuata (Berghwata) yang menganut zindiq.
Para pengikut Sunni mencoba membebaskan diri dari Suku Burghuata yang lebih cenderung ke Zindiq. Mereka mendapat naungan di negara Bani Rustum dan Tahert.
Daerah magrib Al Aqsha membutuhkan pemimpin yang menaungi mereka. Karena itu Idris dan maulanua bbernama Rasyid mencari dukungan ke kabilah Awarba dengan propaganda ahlul bait.
Melihat hal ini khalifah ar-rasyid tidak diam saja. Ia melenyapkan Idris dengan cara meracuninya pada awal 176 H/Juli 791.
Penggantinya anaknya yang masih kecil Idris dengan bantuan Rasyid. Rasyid terbunuh oleh konsultasi gubernur Ifriqiyya, Ibrahim bin Aghlab. Kemudian Idris kecil diasuh seorang pemimpin bangsa barbar Abu Khalid Yazid bin Al Abbas Al Ubaddi. Kabilah yang komitmen Zanatah, Awarba, Shanhajiyah dan Masmudah.
Pada 192 H/808 M Idris mulai menjalankan pemerintahannya secara independen. Pada masanya yang banyak merangkul orang Arab. Ia membangun sebuah kota dikenal Udwan Al Qairauwan yang menjadi kota Fez.
Idris melakukan invasi mulai tahun 197 H dan menghasilkan negeri yang membentang  dari pesisir Samudera Atlantik.
Muhamad anak dari Idris menggantikan Idris II pada 828 M. Anaknya menggantikan pada 221 H/April 836 M digantikan Ali. Kemudian diganti Yahya I. Mengalami kemajuan pembangunan seperti pembangunan tempat pemandian dan hotel-hotel bagi para pebisnis dan tempat parkir. Kemudian digantikan oleh Yahya II . Setelah itu Yahya II digantikan oleh sepupunya Ali bin Umar bin Idris (Ali II) yang mewarisi separuh Daulah ada Risa bagian Utara dari ayahnya akhirnya ia ditumbangkan oleh pemberontakan yang dipimpin oleh abdurrazzaq Al Fikri yang mendapat bantuan dari penduduk bukit Madyunah sampai menguasai kota Fez sedang Ali II kabur ke kabilah Awarba.
Masyarakat Uswah Al Qarawiyyin menunjuk Yahya bin Al Qasim bin Idris II. Ia berhasil mengusir pemberontakan dari Udwah Al Andalusiyyin dan ia menjadi Amir Fez dan negeri Maghrib AlAqsha sekitarnya.
Semenjak periode antara 234 H, yakni meninggalkannya Yahya I sampai meninggalnya Yahya III  292 H, Adarisah mengalami kemerosotan karena tekanan Khawarij Shufriyyah, Paceklik besar 253 H/867 H gempa besar yang terjadi 267H/880M.
Sepeninggalnya Yahya bin Al Qasim digantikan Yahya bin Idris bin Umar tahun 292 H/905 Mbdengan gelar Yahya IV yang merupakan sosok paling luhur dan agung , sosok pemimpin yang alim bidang fikih dan hadist. Tahun 296 ia menghadapi perlawanan Fatimiyah.



Dari buku Bangkit dan Runtuhnya Fatimiyyah , Dr. Suhail Thaqussy

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Munculnya Orang Mongol di pentas sejarah Islam

Munculnya Mongol di Pentas Sejarah Islam Sebelumnya orang Mongol adalah penduduk negeri yang jauh dari peradaban . Mereka adalah suku nomade...