Senin, 04 Februari 2019

Daulah Midradiyyah atau Bani Wasul: Daulah Khawarij Ibadiyah Pra Fathimiyyah

Sebelum berdirinya Fathimiyyah ada baiknya kita bahasa Daulah Midradiyyah atau Daulah Bani Wasul yang didirikan Isa bin Yazid Al Aswad Al Miknasi di kota Sijilmasa sebelah selatan Maghrib Al Ausath.
Ia mendapat pengakuan dari penduduk Miknasi pengikut madzhab Khawarij Shufriyyah.
Abu Al Qasim yang juga pemimpin dari di Miknasi menyingkirkan Isa bin Yazid tahun 155 H/722 M dan ia menjadi pemimpin didaulah tersebut.  Abu Al Qasim tidak terlalu mementingkan madzhab Khawarij.
Perkembangan kota Sijilmasa pesat sehingga terjadi perluasan kita dengan 12 pintu di dalam kotanya. Orang Shufriyyah menyulap kota menjadi saluran irigasi dan tanaman-tanaman seperti kurma, Barley dan tebu.
Tahun 168 H/784 M Abu Al Qasim meninggal dunia dan digantikan oleh anaknya yang bernama Ilyas dan mempunyai gelar Al Wazir. Hanya selang dua tahun Ilyas digantikan saudaranya Ilyasa karena rakyat tidak puas dengannya.
Ilyasa adalah orang fanatik terhadap madzhab yang dan ia membangun kota dengan membangun tembok pagar kota, memperkokoh dan meninggikan bangunan serta membangun pabrik dan istana. Ilyasa pindah ke Sijilmasa tahun 200 H/816 M . Wilayah Midradiyyah melebar hingga Wasit Dar'ah (Drama) namun gagal mencapai wilayah dinasti Adarisah. Ia mempunyai hubungan baik dengan Daulah Rustumiyah.
Ilyasa wafat tahun 208 H/823 M digantikan Midrar dan bergelar Al Munthasir. Ia mempunyai dua anak dengan nama sama Maimun yang satu anak Amir Tiaret dikenal Ibnu Rustumiyah dan yang satu anak Baqiyah diberi nama Ibnu Baqiyah.
Kedua anak ini menjadi perseteruan . Sebenarnya Al Munthasir memihak Rustumiyah dan ia mengusir Baqiyah namun para sesepuh Shufriyyah tidak setuju karena khawatir kalau Ibadiyah akan menguasai Midrar . Akhirnya Al Baqiyah menggantikan Ibnu Rustumiyah dan memimpin sampai tahun 263 H/877M . Ia digantikan anaknya yang bernama Muhammad yang ternyata penganut Ibadiyah fanatik. Muhammad juga digantikan Ilyasa bin Al Munthasir.
Pada masa ini propaganda Fathimiyah sedang kencang. Ia pernah menahan Ubaidillah Al Mahdi dan putranya yang bernama Ali Qasim sampai tahun 279H/909M. ia memberitahukan kepada Khalifah Abbasiyah Al Mu'tadhid. Sampai akhirnya Abdullah Ad Dai menyerang Sijilmasa dan memasukkan ke dalam wilayah Fathimiyah dan membebaskan keduanya. 

Pada akhirnya Ubaidillah bin Mahdi menyingkirkan Abdullah Ad Dai dan menjadi pimpinan Daulah Fathimiyyah. Begitulah politik yang tidak mementingkan atau mengingat kawan baik
#sejarahislam
#ifriqiyyah
#daulahkhawarij
#prafatimiyyah
#daulahmidradiyah
#daulahbaniwasul
Dari Buku Muhammad Suhail Thaqussy, Bangkit dan Runtuhnya Daulah Fathimiyah

Munculnya Orang Mongol di pentas sejarah Islam

Munculnya Mongol di Pentas Sejarah Islam Sebelumnya orang Mongol adalah penduduk negeri yang jauh dari peradaban . Mereka adalah suku nomade...